Satgas vs. Pornografi Verbal Tamam R. Harahap, Presiden SBY menambah (lagi) satgasnya. Satgas baru ini, yang ancangannya bertugas untuk menjalankan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pornografi, dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2012. Kiranya, inilah aktualisasi kedua dari amanah Undang-Undang Antipornografi yang telah dilegalisasi di penghujung tahun 2008 lalu. Aturan pertama turunan undang-undang ini yang sudah terbit adalah Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 2011, yang telah diundangkan September 2011 lalu. Polemik karuan muncul. Banyak pihak beranggapan langkah i tu tidak cermat. Ketimbang terburu-buru membentuk satuan tugas, yang diketuai oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, mengapa pemerintah tidak ter lebih dulu memikirkan aturan-aturan pelaksana turunannya sebagai landasan pijak bagi satgas untuk melangkah. Jelas, PP No.40 2011 masih sangat kurang memadai, sebab aturan itu baru se...
Posts
Melodrama dan Agama
- Get link
- X
- Other Apps
Melodrama dan Agama sebagai Sumber Perilaku: A Review on Abu Lughod’s Egyptian Melodrama—Technology of the Modern Subject? Tamam Ruji Harahap Abu Lughod lebih memilih menggunakan terma “ melodrama ” daripada “ opera sabun ” ( soap opera ) untuk merujuk pada suatu program televisi serial yang banyak digemari oleh kalangan kelas bawah di Mesir. Bukan tanpa alasan. Kendati tampak sama kedua istilah ini memiliki perbedaan yang distingtif, setidaknya dari sudut pandang Abu Lughod; “ Egyptian television melodrama is distinct in its structure and sentiment .“ Bahkan, Abu Lughod mengajukan suatu bukti tentang bagaimana “opera sabun” Mesir berbeda dengan opera sabun Amerika seperti The Bold and the Beautiful . Abu Lughod memperlihatkan bahwa opera sabun di Amerika cenderung mengonstruk diri-persona berdasarkan “ a generalized content-less context ,” sementara di Mesir melodrama diletakkan “ squarely within the social and moral national nexu...
Review Buku
- Get link
- X
- Other Apps
Advertising, Consumerism and Nostalgia for the New Woman in Contemporary China Megan M. Ferry, Union College Tamam Ruji Harahap Masa transisi ekonomi China tahun 1990-an telah menimbulkan suatu perubahan dramatis dalam kehidupan sosial warga negaranya. Hanya, di balik kemajuan China yang begitu pesat, ada yang kerap terabaikan, yaitu pengaruh perubahan itu terhadap proses gender-making (penciptaan gender): dan lebih spesifik, perubahan pandangan-pandangan yang sudah berakar tentang persoalan seksualitas dan ras, sebagai akibat dari ekspansi kapital. Saat ini, diakui luas bahwa media memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dan peningkatan konsumsi, dan juga media membantu membentuk konstruksi sosial yang mempertegas konseptualisasi feminitas dan etnisitas. Peran media semakin tampak nyata di China. Selain itu, media sebagai dasar munculnya suatu jaringan global perusahaan-perusahaan dan korporasi-korporasi, yang bergand...
- Get link
- X
- Other Apps
: resume : Rambo’s Wife Saves the Day: Subjugating the Gaze and Subverting the Narrative in a Papuan Guinean Swamp Don Kulick and Margareth Wilson & The Tongan Tradition of Going to the Movies Elizabeth Hahn Tamam Ruji Harahap (I) Tulisan D. Kulick dan M. Wilson ini membuka sebuah paradigma baru terhadap hubungan antara media dan audiens. Jika menurutkan Stuart Hall hubungan antara media adalah decoding/encoding model , yaitu suatu teori reception studies yang menegaskan hubungan satu arah antara media dan audiens, yang di dalamnya audiens cenderung pasif, D. Kulick dan M. Wilson mencoba menerapkan perkembangan teori feminis secara lebih luas dan kompleks, yaitu penegasan bahwa audiens, terutama audiens perempuan, cenderung mampu untuk bersikap aktif dan berperan sebagai agen reaktif dalam menghadapi suatu media tontonan. Teori feminis yang baru dan lain ini diterapkan pada aktivitas menonton perempuan audiens di daer...
- Get link
- X
- Other Apps
: resume : Audience Ethnographies: A Media Engagement Approach & Telenovela Reception in Rural Brazil: Gendered Readings and Sexual Mores Antonio C. La Pastina oleh Tamam Ruji Harahap Berangkat dari pendekatan etnografi media yang sudah dipegang selama dua dekade, yaitu pencapaian penelitian etnografis yang telah mampu memposisikan dirinya melawan arus paradigma yang positivistik berkait dengan pengumpulan dan analisis data serta hubungan antara penelitian dengan yang diteliti, Pas t ina lebih jauh menawarkan suatu perspektif yang lebih kompleks tapi melekat . Pas t ina melihat bahwa suatu perubahan yang terjadi pada penelitian etnografis dari praktek empirik pengumpulan data cenderung mendorong para peneliti untuk melakukan strategi yang “ non-objective ” dalam analisis audiens dan berpaku pada tingkat refleksitivitas yang lebih kuat pada diri para peneliti itu sendiri. Cara ini, sebagaimana juga menurutkan Murphy (1999), menimbulkan s...