Taufik Ismail
Sebuah Catatan Kebudayaan

  Bebas dari Penjajahan  Bahasa Belanda,
Masuk ke dalam
Penjajahan Bahasa Amerika

1
Saya duduk dua jam di depan layar kaca,
Saya catat teks judul, kata-kata iklan, dan tuturan dalam acara televisi,
Waktu itu tahun yang lalu di malam hari,
dan inilah lima belas di antaranya.

Pertama-tama Top Nine News,
Siapa yang memirsa berita jam 9 malam ini?
Orang California? Penduduk kota Sydney? Orang Skotlandia?
kok pakai bahasa Amerika?
‘Kan bisa memakai judul Sembilan Berita Penting.

Kedua Top Picture. Apa susahnya memakai istilah Gambar Utama?
Kalau pakai bahasa sendiri memang kurang bergengsi, kurang berwibawa.

Lalu merk iklan mobil. Discover More. Siapa yang menonton iklan ini?
Barangkali untuk memancing pembeli mobil dari Melbourne atau Birmingham.
Mereka tentu tak paham kata-kata kita. Temukan Keistimewaan Lebih Banyak.

Live Your Passion. Ini iklan obat untuk merangsang syahwat.
Mungkin ini untuk menjerat pembeli dari Johannesburg atau Wellington.
Pasti mereka tak mengerti Nikmati Gairah Anda.

Economi Challenges.
Asyik betul saluran televisi satu ini
Menunjukkan bahasa Nyonya Margaret Thatcher.
Kurang gagah ‘kan, kalau dipakai ungkapan Tantangan Ekonomi?

The Election Channel.
Apa ini laporan pilkada di Chicago, di RT/RW kampung Barack Obama sana?
Memang kalau pakai bahasa Paman Sam, berkurang rasa udik dan minder kita.

BPK Review.
Apa pentingnya hasil kerja pemeriksa keuangan ini untuk pemirsa New Orleans?
Apa di New Orleans, Liverpool, dan Capetown ada yang mengikuti acara ini?

Tujuan dan Scope Pemeriksaan.
Memang kurang gagah kalau diganti menjadi Tujuan dan Lingkup Pemeriksaan.
Rasanya jadi lebih gagah dan terpelajar kalau pakai bahasa Amerika.

Sales and Marketing.
Apa urgensinya memakai istilah ekonomi elementer ini dalam bahasa Adam Smith?
Supaya kelihatan hebat, berilmu, tidak ketinggalan dan bergengsi tinggi.

Live Report.
Mungkin program ini urgen untuk imigran kulit putih di Johannesbur
Atau imigran kulit hitam di Lousiana,
Yang menonton acara Laporan Langsung ini.

Headline News.
Dari 100 juta pemirsa layar kaca ini,
Berapa ratus ribu atau berapa juta pemirsa rakray Ratu Elizabeth di tivi ini,
berapa ratus ribu atau berapa juta pemirsa rakyat Obama di tivi ini?
Kalau judul diganti dengan Berita-Berita Utama, apa mereka kecewa?

Flashbacks.
Apa susahnya memakai istilah Kilas Balik?
Rupanya memang susah
Karena Bahasa Amerika bahasa yang hebat menjajah.

Fit and Proper Test.
Menonton layar kaca ini seperti kita dipaksa
mengikuti kursus bahasa bangsa George W. Bush saja
Rasanya lebih layak dan patut dipakai istilah Uji Kelayakan dan Kepatutan.

Be Smart Be Informed.
Dalam bahasa kita memang agak panjang jadinya:
Jadilah Pemirsa Cerdas, Jadilah Pemirsa Kaya Informasi

Yang kelimabelas, Save Our Nation.
Kalau dari sudut pandang bahasa ini, maka yang diselamatkan adalah
bangsa Amerika, bangsa Inggeris, bangsa Canada, bangsa New Zealand,
dan bangsa-bangsa yang memakai bahasa ini,
bukan bangsa Indonesia.
Kenapa tidak pakai ungkapan Selamatkan Bangsa Kita?
Dan satu lagi seruan Selamatkan Bahasa Kita?
Yang langsung dimaksudkan pasti bangsa kita, bangsa Indonesia.

2

Sesudah lama dijajah bahasa Belanda, akhirnya kita merdeka dari penjajahan itu
Kiranya sekarang kita dijajah oleh bahasa Amerika
Kelihatannya akan sangat lama kita dijajah begini
Silau, minder, terbungkuk-bungkuk, renda diri
Waktu dijajah bahasa Belanda dulu, tidak segawat ini
Dan memang waktu itu belum ada saluran televisi.

Apakah perlu televisi Indonesia ikut membina
Kesadaran berbahasa Indonesia pada pemirsanya>
Tentu perlu. Tapi struktur ekonomi kapitalistik yang mendasari industri ini,
dan orientasi rating yang jadi rujukan utamanya, maka
kesadaran berbahasa ternyata bukan urusan televisi.
Kesadaran berbahasa, modal utama rasa kebangsaan, bukan urusan televisi
Mencari sebanyak-banyak laba, itulah urusan televisi.***

2010
Horison, Edisi XII, 2010.

Comments

Popular posts from this blog

Apa itu Cultural Studies??

ttg Helen Keller