Analisis Semiotika Peircian
Antara Kaos Kaki Bolong dan Kondom Bocor:
Sebuah Metafora
Salah satu cara untuk secara langsung mengkomunikasikan suatu ide adalah lewat penggunaan ikon; suatu representamen yang memiliki kualitas representatif. Sebagai salah satu mode representasi ikonis, metafora berfungsi merepresentasikan karakter representatif suatu representamen dengan cara merepresentasikan paralelisme dalam bentuk yang lain (Innis, 1985:10). Gambar di sisi kiri ini adalah contoh metafora. Gambar kaki bersarung kaos kaki bolong ini secara ikonis dan simbolis merujuk pada gambar alat kelamin pria (baca: penis) bersarung kondom bocor. Ini merupakan contoh mode representasi metaforis, yaitu suatu representasi yang terjadi berdasarkan penggantian satu penanda dengan penanda lain atas dasar kemiripannya. Dengan itu, metafora memiliki kualitas simbolis dan sekaligus ikonis; konvensional dan berdasarkan kemiripan (Chandler, D., Semiotics for Beginner, PDF e-book:192-193)Senyatanya, jika gambar ini tanpa disertai teks linguistik, sulit untuk menerima bahwa gambar ini merujuk pada kondom bocor. Akan tetapi, karena judul dan hubungan paralel antara kaki bersarung kaos kaki bolong dan kondom bocor, saya akan mencoba menjelaskan detil-detil bagaimana gambar ini dapat dipahami. Dengan ini, saya akan menyingkap proses semiosis yang dapat ditarik dari penanda kaos kaki bolong (representamen) menjadi penanda kondom bocor (objek).
Pertama-tama, gambar kaki, kaos kaki, dan tangan adalah representamen yang mengacu pada objek kaki, kaos kaki, dan tangan (R1), dengan berdasarkan pada hubungan ikonis. Kemudian, R1 dan posisi tangan dan kaki menghadap atas, menunjukkan hubungan ikonis dan simbolis dengan objek seseorang yang sedang mengenakan kaos kaki (R2). Secara simbolis, R2 ini mengacu pada alat kelamin pria bersarung kondom (R3), sebab dalam R1, representamen kaos kaki secara simbolis merujuk pada objek kondom. Sementara itu, representamen ujung kaki menyembul ke luar secara indeksikal menandakan objek ujung kaos kaki yang bolong (R1), yang selanjutnya R1 ini secara simbolis merujuk pada kondom bocor (R2). Kenyataan ini kemudian diperkuat dengan gambar lingkaran berwarna putih pada bagian atas gambar ujung kaki, atau ujung penis secara simbolis. Representamen warna putih ini secara ikonis mengacu pada objek cairan putih, yang kemudian secara simbolis merujuk pada tumpahan air mani. Pula, representamen tumpahan air mani ini secara indeksikal menandakan objek bocor.
Secara diagramatis, proses semiosis ini dapat diuraikan sebagai berikut:
Representamen | stand for | Objek | Relasi |
Kaos kaki | Kaos kaki | Ikonis | |
Kaki | Kaki | ||
Tangan | Tangan |
Representamen | stand for | Objek | Relasi |
Mengenakan kaos kaki | Mengenakan kondom | Simbolis | |
Ujung penis keluar | Kondom bocor | Indeksikal | |
Tumpahan cairan putih | Tumpahan air mani | Metaforis |
Representamen | stand for | Objek | Relasi |
Kaos kaki | Kondom | Metaforis | |
Kaki | Penis |
Representamen | sand for | Objek | Relasi |
Tangan, kaki, dan kaos kaki | Mengenakan kaos kaki | Ikonis | |
Ujung Induk kaki keluar | Kaos kaki bolong | Indeksikal | |
Warna putih | Tumpahan cairan putih | Ikonis |
Dengan demikian, terang bahwa representamen kaki bersarung kaos kaki bolong dan representamen tumpahan cairan putih adalah metafora yang merujuk pada objek alat kelamin pria bersarung kondom bocor.
Comments
Post a Comment